Don't Let Me Be Lonely Tonight

Posted: Minggu, 13 Mei 2012 by LAGUPEDIA in
0

do me wrong, do me right ..
tell me lies but hold me tight,
save your goodbyes for the morning light,
but don't let me be lonely tonight
Barangkali benar adanya, harkat tentang manusia adalah hakekat pada tiap perjalanannya. Kita hanyalah sekumpulan raga yg seringkali berpapasan di sebuah perhentian, lalu saling bergegas tanpa atensi atau memilih sejenak untuk menoleh. Setiap perhentian dapat saja membuka potensi untuk merombak arah dan episode baru berikutnya, atau setia pada jalur rutin berikut kemapanan perjalanannya. James Vernon "JT" Taylor, penyanyi dan pencipta lagu sekaligus gitaris kelahiran Amerika, tumbuh dari keluarga terhormat dan berpendidikan namun telah memberi tekanan berat bagi karakter senimannya. Ketika ia memutuskan untuk mandiri dgn pindah ke kota besar, malah terjerumus dalam kubangan heroin sehingga membuatnya over dosis. Sang ayah menyetir nyaris 6 jam setelah menerima telpon darurat lalu menjemputnya, sekelumit perjalanan yg direkam JT lewat lagu Jump Up Behind Me sbg ungkapan syukur. Sejenak setelah pulih, JT memutuskan perjalanan lebih jauh menuju London. Tempat yg menghubungkannya dgn The Beatles sbg artis Amerika pertama yg rekaman di Apple Studio, bahkan Paul dan George nimbrung secara gak resmi mengisi album perdana JT. Serta lagu Something In The Way She Moves kelak menjadi inspirasi bagi George Harrison untuk menciptakan masterpiece Something. Namun sekali lagi heroin membuat JT limbung lalu mudik untuk terkapar di rumah sakit, termasuk peristiwa kedua tangannya patah akibat terjatuh dari motor. JT telah memilih ragam perhentiannya sendiri walau kisah tiap perjalanannya gak terkesan baru.

say goodbye and say hello,
sure enough good to see you,
but it's time to go ..
don't say yes but please don't say no,
i don't want to be lonely tonight
JT kali ini memilih perhentian di California, bersiap merilis album studio pertamanya di Amerika. Terdapat lagu Fire and Rain tentang pengalaman pengobatannya hingga di rumah sakit jiwa, ditambah introspeksi kisah bunuh diri sahabatnya. Karya yg mencapai sukses besar sekaligus membuat publik Amerika penasaran dgn albumnya saat di Inggris. Berlanjut album Mud Slide Slim & The Blue Horizon yg makin memberikan status super star, terutama lewat keunikan hits You've Got A Friend karya Carole King. Lagu yg dipinjam JT serta didukung Joni Mitchell lalu berdampak ganda berupa penghargaan Grammy bagi JT sbg Penyanyi Pria Terbaik 1972, sekaligus Grammy bagi Carole sbg pemilik Lagu Terbaik Tahun 1972. Perjalanan JT berkesan mulus menuju puncak kemapanan, gak terdengar lagi cengkeraman heroin menyertai. Karena selain sibuk mengurus arah popularitas, JT sekaligus menetapkan pula jalur asmaranya. Kedua topik berkesan gak berhubungan namun memiliki nilai sepadan bagi JT, dipersiapkan sbg topik materi album berjudul aneh, One Man Dog. Pertama adalah berisi analisa sinis JT saat mengungkapkan arogansi ketenaran dan kontrak rekaman yg sebetulnya membungkus perbudakan modern. Musisi hanyalah mesin uang berlabel popularitas artis termasuk zombie pekerja bagi jadwal ketat industri musik, persis anjing piaraan.

"Aku perlu menulis sesuatu yg mengorek kegelisahan tentang ketenaran semu .. Ada beberapa perkara aneh dan kudu dipertanyakan", ungkap JT kepada majalah MOJO edisi Juli 2009. Sejumlah 18 materi lagu pendek yg didominasi instrumental berkesan gak selesai sbg simbol memberontak jadwal versi perekam, ditambah sedikit karya berlirik dan kesemuanya direkam di rumah sendiri. Salah satu lagu berlirik yg bersifat pribadi adalah berjudul Don't Let Me Be Lonely Tonight, diciptakan untuk tujuan tertentu. JT sedang jatuh cinta kepada penyanyi dan pencipta lagu yg kemudian diajak secara khusus membantu penggarapan album One Man Dog, Carly Simon. Gak perlu waktu lama setelah Don't Let Me Be Lonely Tonight dinyanyikan, mereka menikah beberapa bulan kemudian sembari menikmati hits tembang cinta tersebut. Kemudian Carly menulis dan membawakan lagu yg lantas menjadi andalannya, You're So Vain berikut lirik kontroversial, "You probably think this song is about you!". Banyak pendapat menyatakan liriknya ditujukan bagi Mick Jagger yg kebetulan membantu sbg latar suara, hingga penyanyi David Bowie termasuk Cat Stevens bahkan aktor Warren Beatty. Jelasnya Carly menulis lagunya saat bulan madu bersama JT, simbol manusia yg saling berpapasan di satu perhentian lalu memutuskan untuk jalan bersama. Mereka gak lagi terjerat kesepian dan sendiri terutama saat malam tiba.
go away then .. damn you,
go on and do as you please
you ain't gonna see me gettin'
down on my knees i'm undecided,
and your heart's been divided
you've been turning
my world upside down.

Barangkali memang demikian adanya, harkat tentang manusia adalah hakekat pada tiap perjalanannya. Kita hanyalah sekumpulan raga yg seringkali berpapasan di sebuah perhentian, lalu saling bergegas tanpa atensi atau memilih sejenak untuk menoleh. Setiap perhentian dapat kembali membuka kisah lama maupun peluang sensasi baru, atau bersikeras pada jalur yg ditetapkan berikut rutinitas perjalanannya. Carly dan JT masih menikmati beberapa kesuksesan karir masing2 namun memiliki satu jalur bersama yakni Don't Let Me Be Lonely Tonight. Hingga beberapa tahun kemudian, Carly mulai tidak bahagia karena mereka semakin sering meninggalkan kedua anaknya akibat tour. Maka cukup 10 tahun mereka bersama lalu berpisah, terutama JT mengalami gegar perjalanan dan memaksanya reuni dgn heroin termasuk kembali ke rumah sakit jiwa. Manusia memang sekumpulan raga rapuh hanya saling berpapasan di sebuah perhentian, karena sebetulnya gak ada yg benar diam selama semesta terus bergerak. Karena memang bisa saja salah satunya harus mendadak berbelok di titik di mana akan memberi jarak tertentu bagi mereka, berupa perpisahan atau kelak berpapasan kembali. Hakekat yg memaknai harkat perjalanan, barangkali memang begitulah manusia seharusnya ..
do me wrong, do me right (right now baby),
go on and tell me lies but hold me tight ..
save your goodbyes for the morning light,
but don't let me be lonely tonight
i don't want to be lonely tonight ..

-duke-


Read more...

Colour My World - Terry Kath

Posted: Senin, 23 April 2012 by LAGUPEDIA in Label: , ,
1

As time goes on, I realize
Just what you mean to me ..
And now, now that you're near
Promise your love that
I've waited to share
Colour My World merupakan suite (musical pieces) dari komposisi berdurasi nyaris 30 menit berjudul "Ballet For A Girl In Buchannon", satu lagu dari 7 bagian termasuk 3 diantaranya versi instrumental. Lantaran dibuka dgn Make Me Smile sehingga "movements" ini sering disebut juga "Ballet For Make Me Smile". Atau dalam versi konser asik "Live At The Greek Theatre" ketika Chicago berbagi panggung dgn Earth, Wind And Fire (2005), dinamai "Make Me Smile - Medley" yg dipandu Bill Champlin. Namun khusus pada suite sakral Colour My World dilantunkan sang founder Robert Lamm yg mewarisi spirit Terry Kath, sekaligus menyapa audiens mayoritas generasi baby boomers, "Let's get lost in the 70's". Ada hubungan apa antara Colour My World dgn Terry Kath yg lebih terkenal karena kematian tragisnya?

Adalah James Carter Pankow sbg peniup trombone dan pendiri Chicago, salah satu aktor utama yg bertanggung jawab terhadap karakter kelompok brass band kebanggaan Amerika ini. Ia memiliki peran vital melalui sejumlah signatures seperti Just You 'N' Me, Old Days, Feelin' Stronger Everyday, serta sbg vokalis utama pada lagu You Are On My Mind. Tentu saja masterpiecenya adalah Ballet For A Girl In Buchannon, awalnya terpengaruh konsep The Brandenburg Concertos karya kompositor Bach. Kemudian pada bagian Colour My World khusus diilhami dari kisah cinta monyetnya yg pernah hilang namun berkesan. ".. Of our moments together, color my world .. with hope of loving you". Sehingga balada inipun identik sbg latar asmara bahkan sempat jadi trend buat pesta nikah atau romansa ala 70an, meski liriknya rada hopeless ditunjang flute Walter Parazaider nan merintih. Di salah satu episode serial The Simpsons yg sempat kutonton, Colour My World pernah dijadikan ilustrasi khusus ketika Homer dan Margie mengenang masa Prom Nite.
Lantas hubungan Colour My World dgn gitaris Terry Kath sbg pembawanya mungkin boleh disebut jodoh. Konon awalnya lagu ini gk ada yg berani membawakan karena berkesan amat personal, maka dibuatlah undian dan kebetulan Terry yg mencabut batang pipet minuman terpendek. Maka selanjutnya sejarah, Terry yg sebetulnya bukan vokalis utama tapi selalu khusus kebagian membawa Colour My World di pentas. Terry menjadi pasangan vokal Lamm atau format duo frontman, selain Peter Cetera yg juga dilepas memimpin suara sejak popularitas Happy Man di album Chicago VII. Hingga pada suatu peristiwa di awal tahun 1978, Terry becanda dgn beberapa kawan termasuk kehadiran istrinya, ia memperagakan koleksi pistol miliknya untuk kegemaran berburu. Terry pamer dgn mencobai beberapa pistol yg diyakini aman sambil menarik pelatuk termasuk mengarah ke dirinya. "See .. Don't worry, it's not loaded", ujarnya. Bagi mereka yg biasa megang senjata api, ada pantangan utama untuk tidak bermain apalagi mengacungkan laras ke arah seseorang meski dalam kondisi terkunci atau meski tanpa magazine (kosong). Tabu demikianlah yg sedang dipermainkan oleh Terry, apapun alasannya dan telah berakibat fatal.

Terry memang gak bermasuk berjudi dalam konteks Russian Roulette, tapi show off demi menunjukkan koleksi berikut pemahamannya. Ada beberapa keterangan menyebutkan bahwa Terry sedang dalam kondisi "high" terutama reputasinya yg akrab akan drugs terutama cocain, sehingga dicurigai ada unsur kesengajaan. Adapula yg "menuduh" Terry sedang stress pada prospeknya di Chicago serta akan memutuskan berhenti, ditunjang pengakuan produser James Guercio yg turut mempersiapkan materi album solo Terry. Apapun kontroversi berikut konsekwensinya, Terry berikut Colour My World telah menjadi warna tersendiri bagi Chicago yg bisa dibuat indah atau suram. Persis ironika Pink Floyd sanggup mendedikasikan karya indah Shine On Your Crazy Diamond bagi Syd Barret, sementara sang pendiri sekaligus tokoh gila yg sedang dinyanyikan hanya bisa menatap tajam dari balik kaca studio. Maka Terry Kath dan Colour My World dianggap berjodoh bukan lantaran peluru, namun murni kecelakaan dan bukan perjudian apalagi bunuh diri menjelang ulang tahunnya ke 32. Akibatnya khusus Colour My World sempat beberapa tahun pantang dibawakan oleh Chicago di tiap konser resmi, hingga menjadi warna tersendiri bagi sepenggal kisah maupun reputasi mereka.
And dreams ..
of our moments together
Color my world with
Hopes of loving you

-duke-


Read more...

Chicago Transit Authority

Posted: Minggu, 22 April 2012 by LAGUPEDIA in Label: , , , , ,
0

Awal tahun 1967, peniup flute Walter Parazaider mengajak trombonist James Pankow, rekannya yg pernah bermusik bareng mendukung beberapa band seperti Three Dog Night, untuk membuat kelompok dgn dominasi alat musik tiup. Maka terbentuklah sextet yg lalu didukung Lee Loughlane bersama terompetnya, drummer Danny Seraphine, gitarist Terry Kath, serta Robert Lamm mencet organ sekaligus penyanyi utama. Karena terdiri dari banyak personil yg kurang lazim saat itu, mereka sempat digelar The Big Thing dan cukup mendapat sambutan. Salah satu yg terpesona dgn penampilan panas lewat ciri brass section, adalah bassist dari band saingan mereka, The Exceptions. Peter Cetera namanya, selanjutnya melengkapi formasi sbg musisi ketujuh. Gitaris Jim Guercio yg juga pejabat rekaman CBS mengusulkan nama nyeleneh Chicago Transit Authority, gabungan dari nama asal kota dan perusahaan transportasi yg membawa mereka hijrah ke Los Angeles. Walau kemudian diprotes, nama CTA terlanjur digunakan sbg judul album perdana tahun 1969, untuk seterusnya lalu disingkat sbg Chicago.
Debut Chicago Transit Authority lumayan sukses secara komersil maupun masuk Top Chart, mengiringi album kedua kelompok brass senior Blood, Sweat & Tears yg juga diproduseri Jim Guercio. Kritikus menyambut album CTA dalam dua kubu, berupa pujian karena Chicago berani menawarkan album konsep secara utuh dan berimbang sehingga "lupa" menawarkan lagu unggulan untuk promosi sbg kelompok baru. Sementara yg sinis lebih berupa kesulitan untuk menilai warna Chicago, terutama karena gak ada andalan yg bisa dijual. Memang perlu waktu lebih dari setahun agar Chicago dikenal, namun memasuki awal 1970an publik ternyata akrab dgn beberapa lagu sekaligus seperti Does Anybody Really Know What Time It Is?, Beginnings, Questions 67 and 68, hingga I'm A Man. Fenomena yg seolah mewartakan bahwa Chicago bukan tipe kelompok instant maupun hits maker dadakan, melainkan tipe musisi yg menawarkan adonan anggur secara matang dan perlahan namun memabukkan, esensi yg disebut vintage. Karakter begini yg sanggup "meracun" seorang idealis bernama Benny Likumahua mencari pelampiasan lalu memformat ulang sebuah band hingar bingar bernama The Rollies, semua personilnya diajarin bermusik tiup. CTA meneruskan konsep matang pada album berikutnya yg lalu disingkat Chicago dgn imbuhan deret angka Romawi, serta ciri khas pada sampul dgn logo berbentuk tulisan Chicago. Faktor yg menjadi keindahan ekslusif termasuk minat utamaku saat pernah mengkoleksi seluruh album Chicago antara lain dalam rekaman Perina dan Aquarius, berikut dua seri Chicago Transit Authority dan Live At Carnegie Hall produksi perekam kaset Yess dari Bandung.

Album kedua berjudul Chicago tahun 1970 atau CTA jilid dua, memiliki konsep utama pada lagu berdurasi nyaris 30 menit berjudul Ballet For A Girl In Buchannon. Peran Terry Kath sbg vokalis mulai berbagi dgn Lamm, serta mempopulerkan balada Colour My World. Peter Cetera juga turut diorbitkan sbg vokalis pada lagu 25 Or 6 To 4, judul ajaib yg mengacu kepada "dua puluh limaan atau enam menit lagi menuju jam empat". Chicago semakin serius dgn konsep musik ditandai album ganda pada Chicago III tahun 1971, berikut sampul bernada protes lewat bendera AS tercabik akibat korban Perang Vietnam. Meski belum juga ditandai hits dunia, Chicago seolah memaksa pendengarnya untuk menyimak seluruh lagu pada satu album seutuhnya. Prinsip yg lantas membawa mereka kesempatan konser di pentas musikal paling bergengsi, sekaligus musisi Rock pertama yg tampil di Carnegie Hall dan direkam sbg album alias Chicago IV. Akhirnya di album kelima, menurutku, Chicago mewartakan hits tunggal luar biasa sekaligus signature berupa Saturday In The Park. Lamm sbg salah satu konseptor Chicago menuturkan usai rekaman di New York dan kembali ke hotel melintasi Central Park, ia melihat ragam aktivitas dan keceriaan yg menimbulkan semangat, "Woow man, it's time to put music to this!". Chicago telah berhak disebut sbg band popular, tepatnya, brass band tersukses.
Chicago VI masih melanjutkan kesuksesan berupa tradisi hits dan kali ini giliran James Pankow lewat Just You 'N' Me dan Feelin' Stronger Every Day. Album Chicago VII menegaskan keberadaan mereka terhadap landasan Jazz yg kuat berupa pamer instrumental, diselingi balada Happy Man yg menegaskan Peter Cetera dapat bernyanyi sekaligus menciptakan hits hingga berlanjut pada If You Leave Me Now (Chicago X) dan Baby What A Big Surprise (Chicago XI). Album keduabelas telah ditandai beberapa hal, Chicago berpisah dgn produser Jim Guercio, meninggalnya Terry Kath, untuk pertama kalinya memiliki judul album yakni Hot Streets. Walau secara musikal dan kekompakkan tetap utuh, Chicago semakin membuka diri terhadap selera komersil. Misalnya saat rekaman mereka sempat satu studio dgn group Bee Gees, akhirnya merekapun saling bertukar ide. Koor falsetto khas Disco 70an akhir dapat muncul pada lagu Little Miss Lovin', sementara imbuhan brass section ala Chicago memperindah balada Too Much Heaven. Selanjutnya Chicago album 13 dan 14 agak kehilangan orientasi dalam balutan rock meski punya balada yahud walau "kurang Chicago gitu", Song For You. Chicago memutuskan istirahat sembari mengeluarkan kompilasi Hits, sekaligus pertanda album ke 15 yg kreatif dihiasi montase seluruh cover album maupun segala atribut mereka sbg salah satu aset penting musik Amerika. Popularitas dan hasil penjualan seluruh album Chicago konon hanya berada di bawah The Beach Boys sbg grup musik rock Amerika tersukses sepanjang masa.

Babak baru Chicago dimulai dgn beberapa perubahan, David Foster sbg produser, Bill Champlin bergabung atas undangan drummer Danny Seraphine dan dicemburui Robert Lamm, serta nomor album berubah dari angka Romawi menjadi Latin. Chicago 16 melambungkan Hard To Say I'm Sorry berikut Chicago 17 dgn You're The Inspiration, dianggap dua album tersukses secara komersil namun asing bagi fans lama. David Foster berhasil mentransformasi Chicago bagi selera 80an berikut penampilan necis di MTV, sekaligus termenungnya kuping 70an mencerna gaya termehek-mehek kegelian. Peran David pula yg menjadikan Peter Cetera sukses bersolo karir dan meninggalkan Chicago, sehingga perlu jedah kembali setelah 4 album dgn menerbitkan kompilasi sbg album ke 20. Memulai tahun 90an dgn produser dan format baru berjudul album Twenty 1 (21), Chicago berusaha menampilkan vokal segar Jason Scheff lewat hits You Come To My Senses. Meski sanggup mempertahankan selera muda namun Chicago mulai krisis identitas terutama format Grunge semakin mewabah, maka Lamm kembali ke selera asal. Ia menyiapkan materi berupa Stone Of Sisyphus, persis konsep Chicago Transit Authority namun ditolak perekam karena ketinggalan jaman. Materi yg akhirnya diterbitkan belasan tahun kemudian sbg penghargaan terhadap diskografi 40 Tahun Chicago berkarya.
Merupakan salah satu album menarik sekaligus hiburan tersendiri buatku mengenang aroma mereka adalah Night & Day (1995), berupa interpretasi nyawa big band klasik dalam versi Chicago nan familiar dan merangsang. Inilah salah satu kelompok musik yg termasuk panjang dalam menemani selera bermusikku khususnya saat secara serius untuk mengkoleksi setiap albumnya sejak akhir 70an, walau sekarang telah semakin jarang kudengar lagi.
Diskografi :
01. Chicago Transit Authority (1969)
02. Chicago (1970)
03. Chicago III (1971)
04. Chicago @ Carnegie Hall (1971)
05. Chicago V (1972)
06. Chicago VI (1973)
07. Chicago VII (1974)
08. Chicago VIII (1975)
09. Chicago's Greatest Hits (1975)
10. Chicago X (1976)
11. Chicago XI (1977)
12. Hot Streets (1978)
13. Chicago 13 (1979)
14. Chicago XIV (1980)
15. Greatest Hits, Vol. II (1981)
16. Chicago 16 (1982)
17. Chicago 17 (1984)
18. Chicago 18 (1986)
19. Chicago 19 (1988)
20. Greatest Hits: 1982-1989 (1989)
21. Twenty 1 (1991)
22. Night and Day: Big-Band (1995)
23. The Heart of Chicago: 1967-1997 (1997)
24. The Heart of Chicago: 1967-1998, Vol. II (1998)
25. Chicago 25: The Christmas Album (1998)
26. Chicago 26: Live in Concert (2000)
27. Very Best of Chicago: Only The Beginning (2002)
28. The Box of Chicago (2003)
29. Love Songs (2005)
30. Chicago XXX (2006)
31. Best of Chicago: 40th Anniversary Edition (2007)
32. Chicago XXXII: Stone of Sisyphus (2008)
-duke-


Read more...

Zembilan Zeppelin

Posted: Sabtu, 14 April 2012 by LAGUPEDIA in Label: , , , ,
1

Jika Chuck Berry dan Little Richard dianggap ayah kandung dan bidan yg melahirkan musik tiga jurus Rock'n'Roll serta membesarkan sang raja Elvis Presley, kemudian The Beatles mengawinkan dalam format British sbg cikal Rock secara popular, maka Led Zeppelin boleh dituduh perintis sebutan lain yg lebih "berat" berupa Heavy Metal. Terminologi yg mungkin gak disadari bahkan dikenal oleh keempat personilnya lewat gebrakan 9 album studio dan satu album konser resmi sepanjang 11 tahun saja, namun berdampak signifikan bagi referensi musik cadas berikut pengaruhnya hingga kini. Inilah salah satu rangkuman tersingkat sekaligus tersulit dari kumpulan solid yg hanya dibubarkan oleh kematian namun berdampak keabadian.
1. Led Zeppelin I (1969):
Merupakan debut yg berlangsung sejak Oktober 1968 di Olympic Studio London, namun secara teknis hanya menjalani waktu 9 hari rekaman berikut finishing. Dalam format akustik dgn improvisasi sbg "hasil kencan penjajagan di akhir musim panas" antara Pagey dgn Percy diselingi lantunan musik Elvis hingga Joan Baez, terbitlah Babe I'm Gonna Leave You mengawali 8 variasi berikutnya yg sering digelar album "The New Yardbirds". Zepp langsung meletakkan pondasinya lewat You Shook Me dan favoritku I Can't Quit You Baby atas pengaruh blueser Willie Dixon dipermak secara garang (hard), juga balada How Many More Times dari interpretasi How Many More Years (1951) milik legenda Howlin' Wolf. Jangan lewatkan Dazed And Confused karya Pagey yg telah sering dibawakan bareng Jonesy saat di Yardbirds, kini dlm edisi gesek senar gitar Gibson pake bow (penggesek biola) berdurasi 6.27 mnt namun bisa melar nyaris 30 mnt saat konser, atau versi BBC in Session sekitar 20 mnt. Desain kovernya asik dan informatif, karya Chris Dreja sbg "mantan" personil Zepp yg alih profesi sbg fotografer berupa balon Zeppelin yg meledak di Hindenburg.
2. Led Zeppelin II (1969):
Kesuksesan album pertama disusul kesibukan konser hingga ke daratan Amerika membuat Zepp menghabiskan waktu di pentas, kamar hotel dan jalanan. Berbagai kisah dan ilham terjadi sekaligus materi album yg langsung direkam di tiga kota Los Angeles, New York kemudian mudik ke London. Pilihan kover masih nyambung dgn edisi awal berupa silhouette pasukan tempur membelakangi balon Zepellin berjulukan The Brown Bomber, mewakili 9 lagu yg kubagi dalam 3 interpretasi personal pada liriknya:
a. Atribut bagi Blues klasik, melalui spirit What Is And What Should Never Be adalah ritual Zepp terhadap leluhur Blues menuju Jazz dipandu Bonham berdansa Combo dgn stick-brush. Sementara Percy meneriakkan frase favoritnya You Need Loooove .. meniru gaya Steve Marriott menjadi Whole Lotta Love namun ternyata sepenggal lirik sakti itu milik Willie Dixon. Secara musikal kuanggap Whola Lotta Love memberi pengaruh pada lagu eksperimen studio semacam Get Down Make Love milik The Queen namun dalam versi overdub yg otomatis sulit diperagakan saat konser. Sebaliknya Zepp enteng mengumbar Whola Lotta Love di tiap pentas, seperti improvisasi lirik Pagey saat membedah frase "squeeze (my lemon) 'til the juice runs down my leg" milik Robert Johnson menjadi Lemon Song.

b. Kisah para wanita (grupies?), Percy secara spesifik mengisahkan the song talks about woman who married for money (gold-diggers = prostitute? ngupil?). Pada lirik rancak Living Loving Maid (She's Just A Woman) berteriak:
Alimony, alimony .. payin' your bills,
Livin', lovin' .. she's just a woman
Berikut ungkapan simbolik as a Heartbreaker (or Man-eater?):
Hey fellas, have you heard the news?
You know that Annie's back in town?
It won't take long just watch and see
How the fellas lay their money down ..
Cukup dua lagu yg bisa diulas panjang, misalnya istilah Alimony bermakna divorce sbg gaya hidup bahkan menyindir status 'nikah' sbg alternatif profesi atau alibi untuk bercerai kemudian jadi piaraan?
c. Hubungan Zepp dgn karya Tolkien khususnya The Lord of the Ring, cobalah lirik semi akustik Ramble On:
Mine's a tale that can't be told, my freedom I hold dear
How years ago in days of old, when magic filled the air
T'was in the darkest depths of Mordor, I met a girl so fair
But Gollum and the evil one crept up, slipped away with her
Beberapa resensi menegaskan keterkaitan dgn epik The Return of the King terutama tokoh Frodo yg mendadak menginginkan cincin sbg miliknya (kiasan: a girl so fair). Namun Gollum merebut dan menggigit jari Frodo kemudian terlepas jatuh ke Mount Doom. "But Gollum and the evil one crept up and slipped away with her", dualisme tabiat manusia serupa Gollum yg tunduk pada Frodo serta Gandalf dan Aragon sekaligus tergiur bujukan Sauron. Zepp telah menterjemahkan dalam konteks kesatuan sebuah jati diri band, adalah perkara komitmen.
3. Led Zeppelin III (1970):
Dikemas ala Unplugged mendahului trend, dikerjakan di Wales saat duo Pagey - Percy vacancy berbekal gitar akustik. Hasilnya 10 lagu beragam variasi, unsur gothic alias dark tapi bukan teatrikal Black Sabath berjudul Friends, aroma Country-Bluegrass dilengkapi Banjo mengiringi Gallows Pole. Terdapat pula nama satu sahabat, juga rekan ngumpul personil Pink Floyd, didedikasikan sbg judul yakni Hats Off To (Roy) Harper. Secara jujur aku belum paham kisah dibaliknya maupun kontribusi Harper terhadap Zepp. Kemudian balada Thats The Way yg awalnya berjudul The Boy Next Door (referring to the lyric, "my friend the boy next door"), Pagey melantunkan dawai akustik 12 senar ditemani tamborin Bonham. Serta biang blues andalanku adalah Since I've Been Loving You, plus derap Imigrant Song bagai penaklukan yg boleh kuterjemahkan sbg "anthem gerakan transmigrasi".
4. Album tanpa judul
(Z.O.S.O, atau Led Zeppelin IV, 1971):
Pagey risih ketiga albumnya dianggap imitator Blues yg hanya diberi sentuhan Rock serta masih dibayangi Yardbirds. "Kami ditertawakan di Inggris, mereka sukar menerima hal baru. Yang selalu diharapkan adalah The New Yardbirds, bukan Led Zeppelin, cetus Pagey. Iapun ngotot memaksa pihak manajemen Atlantic Record untuk melepaskan segala atribut Zepp termasuk merilis album tanpa judul, bertaruh apakah pendengarnya dapat menilai lebih objektif sekaligus mengenali cirinya. Pagey hanya memberi "tanda" berupa kode khusus yg dianggap bernuansa okultism maupun astrologi. Z.O.S.O secara simbol kimia dapat bermakna Mercury, namun tepatnya berupa inisial tiap personal. Kode "Z" untuk Pagey mewakili astrologi kelahiran 9 Januari yakni Saturn. "O" untuk Jonesy adalah lingkaran dgn tiga oval (vesica pisces), simbol percaya diri. Sedangkan "O" berikutnya milik Bozo berupa 3 bulatan kecil mirip perangkat drum merupakan simbol man-wife-children. Percy mendesain simbol sendiri berbentuk lingkaran dibelah bulu burung (vertikal) sehingga berbentuk "S", konon lambang keseimbangan dari budaya Mu (Aztek?) purba dan telah punah.

Pertaruhan Z.O.S.O langsung digedor lewat hentakan pembuka Black Dog, sebuah introduksi yg menegaskan album tanpa judul dan tanpa nama pembawanya kecuali fakta telah menjadi masterpiece hard rock sekaligus embrio heavy metal. Gemuruh Black Dog begitu garang dan lantang untuk memaksa pendengar berguman, "Oh, ini pasti .. Led Zeppelin!", padahal berangkat dari ide sederhana ketika seekor anjing hitam mondar-mandir di studio bahkan tidur di pojokan saat rekaman. Ada dugaan menambahkan bahwa Percy memberi judul Anjing Hitam karena pernah membaca kisah Sir Winston Churchill saat dirawat akibat depresi lantas mengoceh, "Dark mood as the *black dog*". Namun yg dianggap sbg signature album bahkan salah satu trade mark Zepp, anthem Stairway To Heaven yg uniknya gak pernah nangkring di tangga lagu popular Billboard versi UK maupun US. Walau demikian mirip anggur yg semakin ranum (vintage), nyaris gak ada penggemar Rock yg belum pernah mendengar Tangga ke Surga berikut kontroversinya. Konon pada bait liriknya merupakan mantera yg dilafalkan melalui manipulasi rekam "backward masking technique" alias rekaman secara terbalik, lewat campur tangan Aleister Crowley selaku Disc Jockey maupun "guru spiritual" Pagey. Album inipun masih berkutat pada tema Tolkien seperti The Battle of Evermore serta Misty Mountain Hop, sekaligus memproklamirkan nada dasar Rock and Roll seolah mengejek kritisi yg menilai Zepp tak dapat lepas dari romantisisme era Blues hingga gempita Rockablilly. Inilah album tanpa judul dan tanpa nama namun begitu jelas khas Led Zeppelin.
5. Houses Of The Holy (1973):
Pasca "lulus ujian" melalui Z.O.S.O, the Zepp mulai menikmati kesuksesan dan menurunkan tensi melalui album yg mulai kompromi dgn selera pasar. Percy sempat mengusulkan nama album Burn That Candle untuk memuat 8 lagu, namun mereka sepakat memakai istilah "tempat bernaung keramat" sbg dedikasikan bagi para fans yg selalu memenuhi konsernya. Album inipun melanjutkan tradisi tanpa nama tapi sudah memiliki judul, sekaligus rekaman pertama yg memuat semua lagu karya sendiri dgn berbagai corak. Over The Hills And Far Away tetap meneruskan tradisi balada akustik tentu dgn aroma Tolkien, The Crunge begitu Funky bergaya James Brown ditingkahi kocokan Pagey lewat Fender Stratocaster pengganti horn section. The Rain Song penuh progresi chord unik memperkuat lagu pembuka The Song Remains The Same nan riang tentang perjalanan hingga ke Asia versi Percy:
I had a dream .. crazy dream, anything
I wanted to know, any place I needed to go
California sunlight, sweet Calcutta rain
Honolulu starbright .. the song remains the same
Album riang dan santai bersahabat bergaya Rastafarian sehingga diperkuat aroma Reggae berjudul unik, D'yer Mak'er yg dibaca "dier maker" ataupun "dear maker". Khabarnya judul yg gak ada urusan dgn Jamaika ini malah merupakan "slang words" (comes from Old British pub joke) untuk kelakar rada mesum, "Did you make her?"
6. Physical Graffiti (1975):
Akibat tur panjang berikut suntuk luar biasa, sempat merenggangkan hubungan antar personal Zepp. Bagi sipendiam Jonesy yg tipikal orang rumahan, jadwal ketat sempat menggodanya untuk pensiun dini, "Aku tersiksa saat tur dan gak bisa pulang. Dulu aku banyak waktu, tapi gak punya uang. Sekarang aku banyak uang, tapi gak punya waktu". Beragam kemelut mulai mampir termasuk menunda peluncuran album keenam dgn 9 lagu di 1974 akibat sulitnya mengedit durasi materi. Akhirnya dipilih untuk menyisipkan beberapa lagu lama seperti Bron-Yr-Aur maupun Boogie with Stu, sehingga terkumpul 15 lagu dan dijadikan format album ganda (double LPs). Boogie With Stu merupakan jam session tahun 1971 ketika Ian Stewart, mantan manager sekaligus pianis Rolling Stones, pernah nimbrung diiringi mandolin Pagey serta Percy memetik gitar. Lagu iseng yg diperuntukkan buat Mrs. Valens alias ibunya Ritchie "La Bamba" Valens saat Percy mendengar cerita bahwa sang anak gak pernah ngasih duit buat ibunya. Sementara Houses Of The Holy yg mestinya tampil di rekaman sebelumnya sekaligus judul album kelima, akhirnya muncul secara riang. Custard Pie mirip nama makanan, padahal selera humor Percy untuk istilah dewasa bermakna "cunnilingus" (paham kan?). Nuansa Motown turut hadir lewat Trampled Underfoot mengingatkan racikan Superstition ala Stevie Wonder atau petualangan Long Train Running bergaya Doobie Brothers. Album secara konsep maupun komersil yg dianggap lebih berhasil dari proyek House Of The Holy akhirnya ditandai fenomena orkestra Kashmir nan dahsyat, ditunjang desain cover berupa bangunan simetris serta pilihan nama dari sebuah butik di basement kawasan New York.
7. Presence (1976):
Sebuah introspeksi personal khususnya bagi Percy yg berkursi roda pasca kecelakaan, sekaligus kontemplatif penuh suasana muram. Direkam hanya 3 minggu di sebuah basement hotel di Munich (Jerman) yg agaknya menambah derita Percy mesti turun naik dan diperparah kondisinya sbg penderita claustropobia. Suasana yg mendukung aroma depresi beginilah mungkin mengeksploitasi emosi Percy kemudian diterjemahkan lewat musikal Pagey lewat dominasi gitar elektrik. Selera keseluruhan jadi berbeda dgn kiblat dua album sebelumnya, rada gak "kuping-able" (catchy) namun tetap mencekam pada lagu Achilles Last Stand. Lagu ini dianggap "penyelamat reputasi album", karena materi dari rekaman ini tercatat paling sedikit ditampilkan saat pentas. Kisah sang Achilles telah kutulis secara tersendiri.
8. In Through The Out Door (1979):
Dengan berbagai alasan penundaan serta strategi penyesuaian yg melelahkan, peluncuran album menandai fase stagnan terpanjang. The Zepp memasuki perubahan global trend musik dan selera pasar, dentum Disco merubah altar konser menjadi arena jojing serta ideologi Punk secara lugas memangkas lagu nan rumit dan panjang. The Zepp bersama Deep Purple mendadak usang dan kusam mewakili generasi dan atribut 60an, situasi yg membangunkan si pendiam Jonesy untuk mendominasi hampir keseluruhan 7 aransemen materi. Pagey mengimbuhkan secara khas "army of guitar" lewat over-dub di studio pribadinya di London hingga finishing di Swedia guna menghindari pajak. The Zepp tetap memelihara ciri sakral pada In the Evening, sekaligus siap bertransformasi lewat variasi keyboard seperti Fool In The Rain. Jika aroma Samba terdengar pada Carouselambra, lantara Percy terkesan setelah mereka nonton ajang piala dunia sepakbola yg berlangsung di Argentina 1978. Jonesy berkesempatan menegaskan selera New Wave tanpa meninggalkan identitas Hard Rock melalui format Airplay pada rayuan All My Love.
9. C.O.D.A (1982):
Coda adalah penutup, a passage that ends a musical piece. Coda memang akhir kisah berupa album yg gak pernah direncanakan sebelumnya, sekaligus kematian the Zepp. Berawal peristiwa dramatis di kamar kediaman Pagey, The Old Mill House 25 Sept'80, Jonesy mendapati Bozo Bonham kaku tak bernyawa menjelang tengah malam pada usia 30 tahun. Maka rencana tour ke Kanada ditunda, kemudian Pagey berkomentar singkat, "We could not continue as we were". Tidak pernah ada lagi Led Zeppelin, Bonham tak tergantikan. Selama dua tahun mereka membisu namun dunia seolah mengingkari keputusan bubar, terutama maraknya rekaman gelap berupa bootleg. Maka pihak manajemen membuat kompilasi khusus berupa 8 materi rekaman tahun 1969 hingga 1978 termasuk dari panggung London's Royal Albert Hall 1970 seperti I Cant Quit You Baby maupun We're Gonna Groove. Tanpa perlu promosi gencar juga konser, warisan pamungkas inipun tuntas diserbu serta masih sanggup mencapai rating terpopular di US maupun AS sekaligus merangkul fans baru. Sesungguhnya Led Zeppelin memang gak pernah mati, terlebih Bonham bukanlah pembunuh .. (*)


Read more...

Hardest Working Band In The World

Posted: Kamis, 29 Maret 2012 by LAGUPEDIA in Label: , , , ,
1

working from seven, to eleven every night
it really makes life a drag, don't think that's right
i've really been the best, the best of fools
i did what i could, yeah .. 'cause i love you baby
how i love you darling, how i love you baby
i'm in love with you, girl .. little girl
Anthem pekerja yg menggelorakan perjuangan demi tujuan tertentu ini, direkam secara kerja keras bareng dan langsung jadi di studio. Tepatnya, nyaris bersamaan berupa hanya dalam sekali pengambilan rekaman saja (one take) dan langsung selesai. Ritual dituntun oleh intro sekadar peletak nada dasar gitar yg segera disambut gempuran Bonzo lewat perangkat beduk berikut suara karat pedal drum yg terekam, dipoles imbuhan sakral Jonesy pada Hammond dan pedal bass. Tempo nan statis namun makin membara akibat lengking Percy berikut dominasi Pagey dgn atraksi solo dalam satu kali rekaman utuh (no overdub), selanjutnya digelar sbg "one of the best rock guitar solo of all time". Konsep "on the spot" berikut lead gitar yg uniknya selalu berubah dalam tiap konser mereka, namun tanpa melunturkan mutu alias selalu jadi masterpiece termasuk edisi seterusnya.
but baby, since i've been loving you yeah
i'm about to lose .. my worried mind ooyeah
everybody trying to tell me, that you didn't
mean me no good .. i've been trying, lord
let me tell you, let me tell you ..
i really did the .. best i could
Disebut "nyaris bersamaan", lantaran satu2nya kisah yg perlu re-take sbg rekam ulang hanyalah vokal Plant, itupun demi mengikuti ego pribadinya yg selalu sempat merasa gagal dalam mencapai nada tinggi. Percy sempet ngambek pada dirinya sendiri, ia keluar studio sambil uring2an malah langsung pulang. Maka esoknya ia ambil vokal sendirian berikut ancang-ancang khusus, maka lengking ajaib itupun berkumandang sekaligus tak akan pernah muncul lagi khususnya di seantero panggung mereka. Maha karya dalam konteks album Led Zeppelin III yg berupa cukup sekali rekam, lalu .. selesailah. Segala kerja keras tercipta, really did the best they could, demi sebuah perkara yg disebut 'cinta'. Khasanah beraroma sentimentil sekaligus taruhan harga diri milik para pengaku chauvinist yg telah banting tulang selama matahari mulai terbit berkacak pinggang hingga tenggelamnya (from 07.am to 11.pm). Merekalah para pekerja keras yg sebetulnya jujur dalam harafiah flesh and blood, bahwa setegarnya lelaki pasti akan lebur dan nurut pada suatu tuntutan bernama tanggung jawab atas nama perempuannya.

d'u remember mama, when i knocked upon ur door?
i said you had the neeeerve to tell me,
you didn't want me no more, yeah ..
i open my front door, i hear my back door slam
you know i must have one of them new fangled
new fangled back doors man ..
Mereka akan bersedia meratap dalam hati dibalik mulut terkunci, demi keheningan sambil membalut nada2 biru di kepalanya. Sebelum akhirnya kelak mendapatkan anugerah selepas kerja berupa pelukan semalaman, walau harus terbangun lagi esok hari. Kecengengan lelaki, jungkir balik "karena" atau "buat" perempuan? Bisa iya, ato sebaliknya namun apapun argumentasinya telah mempertaruhkan esensi kejujuran. Termasuk lagu Since I've Been Loving You ini gak akan pernah identik sama lagi atau selalu saja berbeda saat setiap kali dibawakan, termasuk faktor semakin terengahnya nafas Percy mendaki petikan nada Pagey maupun telah hilangnya derit karat pedal drum yg ditinggal almarhum sang Bonzo. Warisan dari musisi pekerja keras dan kejujurannya, naluri flesh & blood berikut keterikatan hukum alam, termasuk tak akan pernah matinya lagu ini dalam versi apapun. Maka dari itulah, teriakan saja lagi .. just one more .. juuuust one moreee : "Cause since I've been loving you, I'm gonna lose my worried mind .."

-duke-


Read more...